Full-Stack Developer? Apa itu? - Stasiun Baca

Full-Stack Developer? Apa itu?


Stasiunbaca.comFull-Stack Developer? Apa itu? - Halo guys, mungkin banyak dari kalian yang sudah sering mendengar istilah full-stack developer. Tapi apa itu full-stack developer? Well disini kita akan membahas apa yang dimaksud dengan full-stack developer.

Seiring perkembangan zaman, full-stack developer sangat banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan besar. Gaji yang ditawarkan pun bisa dibilang sangat besar. Standar gaji untuk full-stack developer mencapai Rp. 216.000.000,- / tahun. Sangat menggiurkan bukan? Lantas apa yang membuat mereka sangat dicari ?

Seperti yang kita ketahui, web dan mobile saat ini menjadi jauh lebih kompleks. Hal ini memaksa para developer untuk mempunyai spesialisasi khusus. Artinya seorang developer hanya perlu fokus pada bidang yang dikuasainya, baik itu front-end, maupun back-end. Bagi kamu yang belum tau apa itu fron-end dan back-end, front-end adalah bagian yang berfokus pada tampilan yaitu UI/UX yang nantinya akan dipakai oleh user. Sedangkan back-end adalah bagian yang berfokus pada bagian logic, atau yang mengatur suatu aplikasi agar bisa berjalan dengan baik. Tetapi seiring perkembangan zaman, untuk menyelesaikan sebuah aplikasi atau program, seorang developer dituntut untuk memahami berbagai macam platform, tidak cukup hanya dengan satu bahasa pemrogramman.

Maka dari itu, muncullah istilah full-stack developer. Yaitu developer yang bekerja di bagian front-end dan back-end sekaligus. Seseorang yang menguasai front-end seperti HTML, CSS, JavaScript dan bagian back-end seperti PHP, Ruby, MySQL, dan lainnya. Ya mungkin bisa dikatakan, Multi Tasking. Stack yang paling populer termasuk LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP/Python/Perl) dan MEAN (MongoDB, ExpressJS, AngularJS, dan NodleJs).

Tapi tidak berarti dengan menjadi seorang full-stack developer seluruh pengerjaan program harus dikerjakan seorang diri. Kebanyakan full-stack developer tetap berfokus pada satu bagian, front-end ataupun back-end. Tetapi mereka memiliki kelebihan yaitu dapat menganalisa dari kedua bagian tersebut dan membantu memecahkan masalahnya. Tetapi tidak jarang pula seorang full-stack developer mengerjakan keseluruhan program seorang diri, biasanya mereka adalah satu-satunya developer yang bekerja pada project tersebut, atau mereka yang bekerja sebagai freelancer.

Jika kalian berkeinginan untuk menjadi seorang full-stack developer, kalian harus mempunyai pikiran terbuka akan teknologi-teknologi baru yang sedang berkembang. Kalian juga harus menguasai berbagai macam bahasa pemrogramman, berbagai macam framework, UI/UX, jaringan, server, version control, dan yang paling terpenting adalah, mengerti bagaimana aplikasi dibuat, mulai dari konsep sampai menjadi produk jadi. Karena biasanya seorang full-stack developer akan bertanggung jawab untuk memimpin suatu project.

Itu dia tadi pembahasan mengenai Full-Stack Developer? Apa itu?, terimakasih telah membaca, semoga artikel ini bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Full-Stack Developer? Apa itu?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel